Mitos Bahaya ASI Untuk Bayi Yang Disusui

mitos bahaya asi untuk bayi

Adakah bahaya ASI untuk bayi yang sedang disusui oleh Ibu kandungnya? Berikut ini akan kami share beberapa informasi penting seputar dampak bahaya yang bisa ditimbulkan dari Air Susu Ibu atau ASI untuk pertumbuhan bayi.

Asi merupakan sumber nutrisi terbaik untuk bayi dari sejak ia mulai terlahir ke dunia ini. Meskipun sebenarnya ASI bisa digantikan dengan susu formula, akan tetapi sebaik-sebaik susu formula tetap saja tidak bisa menandingi segala kebaikan yang terkandung di dalam ASI.

Oleh karena itu, badan kesehatan dunia pun (WHO) menetapkan bahwa bayi yang baru lahir agar di beri ASI minimal selama 6 bulan pertama atau yang biasa disebut sebagai ASI eksklusif, dan kemudian bisa dilanjutkan kembali hingga bayi berusia 2 tahun.

Kelebihan ASI Dan Manfaat Bagi Ibu Yang Menyusui

Berikut ini merupakan 13 kelebihan ASI yang kami kutip dari situs AloDokter.com:

  1. ASI mengandung zat Antibodi yang berguna untuk sistem kekebalan tubuh bayi.
  2. ASI berperang penting dalam membuat otak anak menjadi lebih cerdas.
  3. ASI membuat berat badan ideal karena lebih sedikit merangsang produksi hormon insulin.
  4. ASI membuat tulang bayi lebih kuat
  5. ASI megandung banyak kolesterol yang menunjang pertumbuhan bayi.
  6. ASI dapat mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
  7. ASI dapat memperkuat hubungan antara Ibu dan Anak.
  8. Ibu yang menyusui dapat menjadi lebih cepat langsing.
  9. Menyusui berpotensi menghambat proses ovulasi yang berarti dapat dijadikan sebagai KB alami.
  10. Menyusui dapat merangsang hormon oksitosin untuk mengurangi stres.
  11. Menyusui juga dapat mengurangi pendarahan pasca melahirkan.
  12. Menyusui dapat menurunkan resiko terkena kanker payudara dan ovarium.
  13. Menyusui dapat menghemat banyak uang karena tidak perlu membeli susu formula.

Mitos Bahaya ASI Untuk Bayi Yang Ada Di Masyarakat

Beberapa mitos seputar bahaya ASI jika terkena ke bagian kulit atau tubuh bayi diantaranya adalah:

  • ASI membuat mata bayi buta.
  • ASI membuat bayi menjadi impotensi ketika sudah dewasa.
  • ASI membuat kurap jika mengenai kulit wajah bayi.

Lantas hal-hal tersebut diatas memang hanya sekedar mitos ataukah memang benar-benar dapat terjadi?

Dan ternyata, hal-hal tersebut hanyalah sebatas mitos belaka yang memang sudah ada sejak lama dan terus beredar di masyarakat.

Berikut ini kami kutip lagi dari situs AloDokter dengan jawaban seorang dokter terkait hal ini.

Pertanyaan anggota: “Apakah mata terkena ASI jadi buta?

Jawaban Dokter Tri Permatadewi: Banyak sekali mitos yang beredar tentang ASI. Beberapa di antaranya adalah jika ASI terkena mata maka mata akan buta, jika ASI terkena alat kelamin maka dewasa akan sulit mendapatkan keturunan.

Tetapi mitos-mitos sangatlah tidak benar. Tidak ada satupun penelitian yang dapat menghubungkan antara terkena ASI dengan terjadinya kebutaan maupun impotensi.

Mitos seringkali berasal dari satu orang dan disebarkan oleh orang-orang di sekitarnya. Mungkin saja pernah ada seorang ibu yang tidak sengaja ASI nya mengenai mata si bayi, tetapi ternyata sebenarnya bayi tersebut sudah mengalami masalah pada penglihatannya tetapi si ibu tidak mengetahuinya sehingga ASI lah yang disalahkan.

Kemampuan bayi untuk dapat melihat akan berkembang secara perlahan-lahan. Pada awal kelahiran, bayi hanya dapat melihat adanya cahaya. Memasuki usia 1 bulan bayi sudah mulai melihat beberapa warna dasar. Saat memasuki usia 2 bulan, kemampuan melihat bayi sudah lebih meningkat. Bayi sudah dapat mengikuti benda yang bergerak di depan wajahnya.

Usia 4 bulan bayi sudah mulai mencoba menjangkau benda yang dilihatnya. Memasuki usia 6 bulan, penglihatan bayi sudah setara dengan orang dewasa. Di saat inilah Anda sudah harus mulai memeriksakan kesehatan mata anak Anda secara rutin. Demikian penjelasan yang dapat saya berikan.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *