Bahaya Selimut Bayi Yang Perlu Anda Ketahui

bahaya selimut bayi saat tidur

Judul artikelnya cukup mengerikan “Bahaya Selimut Bayi” apakah memang benar bahwa ada bahaya yang tersembunyi dalam sebuah selimut bayi? Jawabannya adalah iya ada, dan itu berlaku pada kondisi bayi dan pada saat waktu tertentu saja.

Sejak awal kelahiran suhu badan bayi harus tetap terjaga hangat dan dijauhkan dari hawa dingin, oleh karena itu selang beberapa menit setelah bayi dilahirkan, dan setelah dibersihkan pasti akan dibungkus atau diselimuti dengan rapat.

Terlebih untuk bayi yang lahir prematur dan dalam kondisi kurang prima kesehatannya, maka dokter akan merebahkannya dalam inkubator agar lebih terjamin kehangatannya.

Bahaya Selimut Bayi Seperti Apa Yang Dimaksud?

Tulisan artikel tentang bahaya selimut bayi ini kami tulis berdasarkan pengalaman kami ketika sedang mengurus bayi atau anak kami sendiri.

Mungkin anda juga akan bertanya-tanya ketika pertama kali membaca judul dari artikel ini karena mengapa selimut bayi kok malah berbahaya, padahal justru bayi akan berbahaya jika tubuhnya dibiarkan kedinginan disaat tidur tanpa diselimuti.

Dan mengenai bahaya yang terdapat pada selimut bayi sebenarnya sangat terkait pada kondisi bayi dan waktu tertentu terutama pada umur atau usia bayi.

Bahaya Memakaikan Selimut Pada Bayi Usia 3 – 12 Bulan

Alasan mengapa memakaikan selimut pada bayi itu berbahaya dan dapat mengancam jiwa karena hal tersebut dapat membuat hidung dan seluruh bagian kepala bayi tertutupi selimut sehingga bayi tidak bisa bernapas.

Berikut penyebab selimut dapat membahayakan nyawa bayi:

Diusia bayi sekitar 3 sampai 12 bulan, tangan bayi sudah mulai menjamah, mengambil, serta memegang suatu benda dengan kuat dan erat.

Dan karena hal itulah ketika ada selimut yang ada di dekatnya, maka ia bisa saja berpotensi akan menarik dan mengarahkan ke bagian kepalanya sehingga membuat seluruh bagian kepalanya tertutupi.

Padahal setelah tertutupi, bayi akan sulit dan tidak bisa lagi untuk membuang dan menyingkirkannya dan hanya bisa menggerak-menggerakan kedua tangannya yang sudah berada di dalam selimut tersebut karena sifat selimut yang lentur yang notabene terbuat dari bahan kain.

Pada kondisi seperti itu, maka bayi akan kesulitan untuk bernapas dan jika hal tersebut terjadi terlalu lama bisa menyebabkan kematian bayi mendadak atau yang menurut istilah kedokteran disebut sebagai SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).

Berbeda dengan ketika bayi masih berusia 0 bulan atau dibawah 3 bulan, saat itu ia masih belum bisa memegang dan menarik suatu benda sehingga ketika ia diselimutipun, ia tidak akan mampu untuk menarik selimut tersebut.

Dan setelah kami cek informasi di internet terkait hal ini, kami juga menemukan artikel dari situs HelloSehat yang membahas masalah bahaya ini dan bahkan para dokter menyarankan agar bayi tidak boleh tidur dengan selimut dan bantal sebelum ia ber-usia minimal 12 bulan (1 tahun).

Apakah Bantal Juga berbahaya bagi bayi?

Bantal juga dapat memberikan bahaya untuk bayi, akan tetapi menurut hasil tes yang sudah kami lakukan sendiri pada anak kami yang sudah berusia sekitar 6 bulan, ia sudah bisa dengan mudah untuk menyingkirkan bantal besar ukuran orang dewasa yang berbahan dakron.

Tips Bayi Tidur Dengan Aman Tanpa Selimut dan Bantal

  • Jauhkan bantal dan selimut dari jangkauan bayi terutama ketika ia sedang tidak diawasi atau pada malam hari ketika pengasuh sama-sama tidur.
  • Pakaikan pakaian dan celana panjang hangat sebagai pengganti selimut, dan hal tersebut jauh lebih aman daripada memakaikan selimut atau menyelimutinya.
  • Jika memang diperlukan, selimut bisa diberikan dengan catatan bayi selalu dalam pengawasan dan penjagaan dan tidak ditinggal sendirian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *